Bangtan’s Pleasure// end [Mom still a Mom]

104013640-256-k209742

Editor: pinkukim

Kyunghee pov

Pandanganku mengawang pada sisi jalanan yang dilewati oleh bus yang kini tengah aku tumpangi. Aku seperti baru saja keluar dari sebuah gedung pertunjukkan yang menyita semua fikiran dan imajinasiku dan sekarang aku harus kembali pada kenyataan yang sebenarnya. Segala hal berkecamuk di dalam otakku dan aku menghembuskan nafasku dengan berat lagi. Semuanya masih membuat dadaku sesak meskipun aku mencoba untuk tetap tenang. Continue reading “Bangtan’s Pleasure// end [Mom still a Mom]”

Bangtan’s Pleasure//9/A [Passionate Fake relationship ]

maljum guys~ ini jadi kebiasaan update malam jumat

 

 

Kyunghee pov

Aku memandang lepas lewat jendela gerbong kereta yang berada tepat di sisiku. Jimin sengaja memesan bangku VIP mengingat ia tak mau ada yang melihat dirinya apalagi bersama seorang perempuan meskipun hanya aku yang tak lain adalah staffnya.

Sudah lama sekali sejak terakhir aku pulang ke Bussan, sekitar setahun yang lalu saat aku memutuskan untuk mencari pekerjaan di Seoul dan berpamitan pada keluargaku, selebihnya kami hanya berkomunikasi via telfon. Secara tiba-tiba aku merasakan kehangatan hanya dengan membayangkan rumahku, tempat ternyaman di dunia ini, dimana aku bisa kabur dari segala kepahitan kehidupan yang aku jalani. Aku tidak pernah tahu jika perasaan pulang akan menjadi semenenangkan ini dan tanpa aku sadari aku tersenyum saat terjebak dalam flashback hal indah yang aku alami di rumahku. Continue reading “Bangtan’s Pleasure//9/A [Passionate Fake relationship ]”

Bangtan’s Pleasure//7[Pouring Tears]

Banyak typo dan kesalahan aneh… mohon di maklumi… bikinnya cuma dua jam. cus…

Kyunghee pov

“Nana…”

Aku bisa mendengarkan nama itu keluar dari mulutnya dan secara tiba-tiba ia melepaskan genggaman tangannya dariku. Entah kenapa aku merasa secara tiba-tiba dunia berhenti saat ia merenggut semua hal bersamaan dengan tangannya yang melepaskanku. Aku terdiam, menatapnya dari sudut mataku masih mencoba menenangkan diriku yang secara mendadak di landa gemuruh. Aku merangaki situasi dan keadaan di sekelilingku, ingin sekali marah atau pun meluapkan kekesalanku yang membuncah tapi aku terdiam, tak berani mengatakan apapun. Meskipun aku merasa sakit aku masih mengerti dan masih bisa berfikir bahwa kemarahanku hanya akan melukai banyak orang. Continue reading “Bangtan’s Pleasure//7[Pouring Tears]”