Chapter · Marriage Life · Romance · SHINee

He is Taemin, not Just Taemin part 4

Gambar

author: Lee mincha

length: sequel

cast: choi hyejin, Lee taemin, choi minho, Lee jinki, nara, gae in and many others

genre: romance

rating: general

here we go….

happy reading guys^^

typo di mana-mana dan sekali lagi mohon maaf atas tata bahasa yang mungkin masih buruk #bow

makasih buat admin yang udah ngepost ffku lagi^^ #bow

 

 

Hyejin pov

Sudah dua hari sejak taemin masuk sekolah aku tidak menyapanya meskipun ia terus berusaha mendekatiku. Aku kesal, tentu saja sangat kesal. Aku sudah menganggapnya orang terdekatku tapi dia malah berfikir aku hanya orang lain yang baik padanya. sahabat macam apa itu?

Aku menatap minho yang asik bermain basket bersama temannya, bahkan seorang choi minho jadi terlihat tidak menarik . sementara itu gae in dan nara sibuk tebar pesona di hadapan teman-teman minho.

Minho: kalian lanjutkan saja.

Minho melemparkan bola basketnya pada key kemudian menghampiriku. Ia duduk di sebelahku dan menarih air mineral yang sedari tadi aku pegang. Setelah lepas dari rasa hausnya, dia meletakkan botol itu kemudian menarikku pelan.

Minho: kaja, kita ke rumahku saja.

Tanpa komentar apapun aku mengikuti minho, dan di sinilah aku sekarang, duduk sendirian di balkon kamar minho sambil mengelus bulu kuku yang begitu lembut. Sementara itu minho mandi karena tadi ia sudah keringatan bermain basket.

Meong…

Mendapati minho keluar dari kamar mandi kuku langsung menghampirinya, tapi minho malah mengacuhkan kucing manisnya dan menghampiriku. Ternyata aku lebih manis dari kucingnya itu hahahahahahahaha

Minho: ada apa denganmu? Kau selalu badmood beberapa hari ini.

Hyejin: aku bertengkar dengan taemin.

Minho yang awalnya berdiri di tepi balkon beralih menghampiriku dan duduk di sebelahku.

Minho: taemin?

Hyejin: aku tidak menyangkan dia masih menganggapku orang lain, padahal aku sudah merasa dia seperti saudaraku sendiri.

Kemudian kulihat minho seolah bernafas lega.

Hyejin: kenapa seperti itu?

Minho: aku bersyukur kau menganggapnya saudara.

Hyejin: wae?

Minho: aku hanya sedikit penasaran seperti apa namja itu matamu.

Hyejin: kau cemburu dengan taemin? Ayolah minho, jangan buat aku tertawa.

Minho: dia sangat dekat denganmu, bahkan melebihi aku, bagaimana aku tidak was-was? Kau itu kekasihku choi hyejin.

Hyejin: kau tidak perlu khawatir tentang taemin, bagiku dia sudah seperti saudaraku. Tapi dia malah seperti itu, sungguh mengecewakan.

Minho: semoga dia tidak menyukaimu.

Hyejin: jangan mulai lagi.

Minho: dia itu namja hyejin, dan kau yeoja, kedekatan kalian bisa saja membuatnya mencintaimu.

Hyejin: taemin itu tidak tertarik dengan hal semacam itu, aku bahkan ragu apa dia menyukai yeoja atau tidak. Dia bahkan biasa-biasa saja saat aku tanpa sengaja mengangkat rok gae in.

Minho: kalau begitu aku tidak perlu khawatir lagi.

Hyejin: lalu bagaimana sekarang? aku masih ingin berteman dengan taemin L

Minho; berbaikanlah, bersikap seolah tak terjadi apapun kalau kau malu untuk minta maaf.

Hyejin: apa bisa?

Minho: tentu saja, taemin tidak punya teman selain dirimu.

Aku mengangguk paham dengan saran minho.

Hyejin: ah langit sore yang indah.

Aku berdiri dari posisi dudukku dan berjalan menuju tepi balkon minho yang di pagari kayu yang sangat elegan.

Minho: apa kau pernah punya namjachingu sebelumnya?

Hyejin: kau yang pertama.

Minho: beruntung sekali.

Hyejin: kau sendiri?

Minho: aku tidak pernah bisa punya yeojachingu.

Hyejin: wae?

Minho: setiap ada yeoja yang dekat denganku, pasti mereka hanya mengincar sesuatu.

Hyejin: aku turur prihatin.

Minho: hyejina, gumawo sudah menjadi yeoja chinguku.

Ucapan minho sukses membuat aku berbalik menatapnya yang entah sejak kapan sudah berada di belakangku.

Hyejin: seharusnya aku yang bilang begitu.

Minho: anyi, aku yang lebih pantas berterima kasih. Sejak kau datang dalam hidupku, semuanya jadi lebih menyenangkan.

Minho menutup ucapannya dengan senyumannya yang begitu menawan membuatku hanya terpana menatapnya.

Dugun…dugun…dugun…

Seperti beduk di senja hari, detak jantungku begitu keras dan cepat. Setiap minho menatapku, aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.

Dia mendekat, semakin dekat dan semakin dekat.

Apa ini? apa yang akan minho lakukan? well, haruskah seperti adegan drama?

Chu~

Aku bisa rasakan bibir lembut minho menyapu bibirku, tangannya bergerak memeluk tubuhku menarik semakin rapat padanya. aku diam, hanya memejamkan mataku mencoba menikmati apa yang aku dan minho lakukan. sesuatu yang selama ini membuatku penasaran seperti apa rasanya. Manis, sangat manis, apa karena minho? atau karena memang seperti itu? entahlah.

Bibir minho yang awalnya hanya menempel mulai bergerak melumat bibirku, untuk yang satu ini aku sedikit terkejut. Apa ini berlebihan? Tapi aku tidak bisa berhenti. Minho melumat bibirku semakin intens, aku juga bisa merasakan tubuh kami yang kian merapat karena minho terus menarik tubuhku. Tapi kemudian perlahan minho merengganggkan pelukannya dan intensitas ciumannya mulai berkurang, semakin berkurang hingga ia menutupnya dengan sebuah kecupan manis.

Minho: sebaiknya kuantar kau pulang, sebentar lagi malam. Orang tuamu bisa khawatir.

Aku hanya mengangguk setuju, tak bisa mengucapkan sepatah katapun. Oh gosh… aku bahkan masih bisa merasakan manisnya bibir minho meski kami sudah tidak berciuman lagi.

                                                                *********************************

Hyejin pov

Aku tersenyum-senyum sendiri memandang lapangan olahraga, bisa kulihat minho sedang asik bermain sepak bola bersama teman-temannya.

Taemin: YA! jangan melamun!

Plak…

Taemin memukulku dengan lollipop yang baru saja ia curi dari kotak pensilku.

Taemin: aigoo… ada yang sedang berbunga-bunga. Jika di komik pasti wajahmu digambar dengan love di kedua matamu dan kepalamu di kelilingi bunga.

Hyejin: aku benar-benar sudah jatuh cinta padanya.

Taemin: terserah kau saja. apa kau sudah belajar? Hari ini kita ulangan geografi.

Hyejin: sudah sedikit.

Taemin : hyejina, aku peringatkan kau satu hal.

Hyejin: apa?

Wajah taemin berubah serius dan ia mendekat agar tak ada yang mendengar pembicaraan kami selain aku dan taemin.

Taemin: jangan sampai kau menyerahkannya pada minho, kalian belum menikah. Menikah dulu baru boleh.

Plaak…

Kini giliranku yang memukul taemin dengan buku yang tergeletak di meja sampai-sampai kacamata taemin terlepas.

Hyejin: aku bukan yeoja seperti itu!

Taemin masih meringis kesakitan sedangkan tanganku meraih kacamatanya dan memakainya. Aku terkejut, karena ternyata kacamata itu tak ada resep sedikitpun, benar-benar kacamata untuk gaya-gayaan saja.

Hyejin: YA! kenapa kau pakai kacamata ini, tidak ada plus atau minusnya.

Taemin meraih paksa kacamatanya dan memakainya kembali.

Taemin: ini styleku.

Gae in: hari ini kita tidak jadi ulangan geografi, jam geografi akan di pakai untuk pelajaran tambahan dari luar.

Nara: pelajaran tambahan dari luar? Maksudnya?

Gae in: hari ini akan ada pelajaran tambahan mengenai bisnis yang akan diberikan oleh tuan Lee jinki.

Nara: MWO? LEE JINKI?

Hyejin: memangnya siapa lee jinki?

Nara: kau tidak tahu? Dia itu pemilik Lee corps yang terkenal itu. dia adalah pengusaha muda yang kaya. Di usianya yang masih 25 tahun, dia sudah menjadi presidir perusahan besar dan mengurusnya sendiri.

Hyejin: kemana orangtuanya?

Nara: orang tuanya sudah meninggal sejak tiga tahun yang lalu, jadi si Lee jinki itulah yang melanjutkan tugas appanya. Aku dengar dia punya seorang namdongsaeng, tapi sampai sekarang tidak ada yang tahu siapa dia dan di mana dia berada, sungguh misterius.

Hyejin: terserahlah, aku tidak peduli toh aku juga tidak mengenalnya.

Nara: kau patut berterima kasih pada tuan Lee jinki itu, karena dia, semua kelas IPS akan di gabung di aula untuk mendengar ceramahnya, kau bisa duduk dekat minho.

Hyejin: benarkah?

Nara: ajak aku juga ya, aku ingin dekat-dekat dengan temannya yang kece itu.

Dan disinilah kami sekarang menunggu seorang namja bernama Lee jinki akan berceramah di depan sana tentang bisnisnya yang mashur. Aku tidak melihat taemin, kemana anak itu? padahal tadi dia juga ke aula.

Minho: kenapa?

Hyejin: di mana taemin? Bukankah dia suka hal semacam ini? lagi pula, jika tak ada taemin, siapa yang akan buat resume nantinya? Gae in kan pelit.

Minho hanya terkekeh pelan.

Minho ; biar aku yang buat resume untukmu.

Taemin pov

Aku memasuki ruangan kepala sekolah, beruntung tak ada yang mengetahui jika aku disini, hyejin pasti sedang sibuk bersama minho sekarang.

Kepsek: silahkan bicara, aku akan keluar memberi sambutan untuk para murid.

Kepala sekolah itu berlalu meninggalkan aku dan jinki hyung yang masih sibuk menikmati pemandangan sekolah dari jendela.

Taemin: hyung…

Aku bergegas memeluk jinki hyung, sudah lama sekali kami tidak bertemu.

Taemin: aku merindukanmu hyung.

Jinki: bagaimana kabarmu, kudengar dari mr. kang beberapa hari yang lalu kau sakit.

Aku melepaskan pelukanku dari jinki hyung dan beralih berdiri di dekatnya.

Taemin: aku sudah tidak apa-apa sekarang.

Jinki: apa karena yeoja bernama hyejin itu?

Taemin: bagaimana kau tahu?

Jinki: mr. kang yang cerita. Kau jauh berubah setelah mengenal yeoja itu. aku senang bisa melihatmu ceria lagi.

Taemin: dia sangat baik padaku hyung, aku seperti menemukan pelindungku, seperti menemukan seseorang yang sangat aku butuhkan.

Jinki: jadi seperti apa hubungan kalian? Apa kau berpacaran dengannya?

Taemin: anyia, menjadi temannya saja sudah lebih dari cukup, aku tidak mau berharap lebih. Lagi pula dia sudah punya seorang kekasih bernama choi minho.

Jinki: anak pemilik sekolah? Dia pasti sangat cantik.

Taemin:ne. hyung bagaimana keadaanmu, apa semuanya berjalan lancar?

Jinki: semuanya baik-baik saja, bahkan mengalami kemajuan.

Taemin: mianhae hyung, aku membuatmu melakukan semuanya.

Jinki; tidak masalah. Kau bersembunyi saja terus dulu, sekarang sepertinya ada yang mulai mengawasiku dan mencari dirimu. Aku rasa dia adalah orang yang kalah tender dengan perusahaan kita.

Taemin: berhati-hatilah hyung, bisnis itu sangat licik, jangan sampai kejadian oemma dan appa terjadi lagi.

Jinki: arraseo… yasudah, semua murid itu pasti sudah menungguku. Kaja kita keluar.

Tepat saat aku dan jinki hyung keluar dari ruangan kepala sekolah, hyejin muncul dihadapan kami. Aku terkejut bukan main, bagaimana jika hyejin mendengar pembicaraan kami tadi?

Hyejin: omo, taemin. Apa yang kau lakukan di sini?

Kemudian ia menatap hyungku dengan heran.

Jinki: tadi aku tersesat, jadi aku meminta namja bernama taemin ini mengantarku ke ruang kepala sekolah. Perkenalkan, aku Lee jinki.

Hyejin mengangguk paham.

Taemin: apa yang kau lakukan di sini ?

Hyejin: aku baru saja dari toilet.

Jinki: jadi namamu choi hyejin?

Ucap Jiinki hyung terlihat focus pada nametag hyejin.

Hyejin: ne, aku choi hyejin. Aku murid IPS, aku juga akan mendengarkan penyuluhan darimu nanti.

Jinki: nama yang manis. Kalau begitu aku permisi dulu.

Jinki hyung berlalu melewati hyejin, tapi aku masih bisa lihat dia mengintip dari salah satu dinding.

hyejin: YA! dari mana saja kau?

Taemin: aku mengantar orang tadi.

Hyejin: aku sudah mencarimu ke mana-mana, ck… kau membuat khawatir saja. cepat, kita harus segera ke aula sebelum aula di tutup, aku sudah carikan tempat duduk untukmu.

Bisa kurasakan tangan hyejin menarik lenganku dan memaksaku melangkah cepat, dan bisa kulihat jinki hyung terkekeh pelan. Pasti dia sedang menertawakanku.

Drt…drt…

From jinki hyung:

Dia sangat manis dan perhatian, tapi juga sangat galak. Selamat dongsaengku, akhirnya ada juga yeoja yang mau dekat denganmu XD

To jinki hyung:

Jangan menggodaku hyung, sebaiknya kau cari saja istri untukmu, jagan urus ursanku.

From jinki:

Ternyata kau jadi ikut galak 😛

Tak lama setelah pesan itu masuk, kulihat jinki hyung naik ke podium dengan sangat berwibawa. Aku bisa lihat semua yoeja terpesona padanya, ah hyung, dia memang sempurna.

                                                *******************************

Hyejin pov

Ujian akhir sekolah akan segera datang, semua murid mulai sibuk belajar, café yang biasanya ramai oleh murid tahun akhir, kini hanya dipenuhi anak tahun pertama dan kedua saja, lapangan basket yang selalu ramai, kini jadi sepi karena tak ada minho dan gengnya yang kini terlihat lebih sering ke perpustakaan. Dan perpustakaan yang dulunya sepi bahkan hampir berlumut, dipenuhi semua murid untuk belajar dan juga melihat minho -_- apa mereka masih belum terima jika minho sudah punya kekasih?

Aku? sejak seminggu yang lalu, minho dan taemin sibuk memaksaku belajar, setiap hari aku harus berhadapan dengan dua guru itu. aku tidak bisa menghemat waktuku dengan mempertemukan mereka berdua dan belajar bersama, aku tidak ingin terjadi salah paham seperti yang pernah nara bilang, “ antara sahabat dan kekasih, ada jurang yang membuat mereka saling salah sangka”. Aku tidak mau mencari masalah, akhirnya aku harus membagi waktuku untuk belajar bersama minho dan belajar bersama taemin. Aku belajar bersama taemin sepulang sekolah, kemudian sorenya belajar dengan minho di rumahnya. Malamnya aku baru bisa bersantai, ah ternyata sangat melelahkan.

Selama ujian aku belajar sampai begadang, meskipun aku tidak pintar, setidaknya hasil akhirnya tidak boleh terlalu mengecewakan, kasihan orang tuaku, dan kasihan minho yang harus menanggung malu karena memiliki kekasih yang bodoh. Aku masih ingat saat aku harus mimisan di hari ujian terakhir, aku tiba-tiba saja mimisan saat ujian selesai. Hal itu sukses membuat semua orang panic, taemin teriak-teriak tidak jelas, dan minho selalu romantis karena menggendongku ke ruang kesehatan. Ah… masa sekolahku ditutup dengan adegan romantis.

Sekarang aku sibuk melihat minho yang tengah asik di lapangan sana bermain basket, hari ini adalah pertandingan basket terakhir murid tahunku sebagai pelajar sekolah ini, jadi semua orang datang beramai-ramai untuk menyaksikannya.

Sekeliling lapangan basket dipenuhi penonton ada yang teriak-teriak histeris, dan ada yang rela tak rela ikut menonton karena di paksa temannya. Sedangkan aku, aku hanya sibuk memperhatikan semua orang sampai aku yakin minho sangat kesal karena aku tidak memperhatikannya, hal itu bisa terlihat karena sekarang ia masih mendiamkanku padahal kami sudah duduk di pohon cinta selama satu jam.

Hyejin: jadi sampai kapan kau akan mendiamkanku kapten?

Minho: kau tahu? Aku sudah bersusah payah latihan untuk hari ini, tapi kau malah sibuk melihat orang lain.

Hyejin: aku tidak mau melewatkan momen terakhirku melihat pertandingan basket.

Minho: kau tidak lihat pertandingan basket, tapi kau melihat orang yang menonton pertandingan basket.

Hyejin: hehehehe mian. Hanya saja kau tidak mau melewatkannya. Hari ini adalah hari terakhir sebelum besok pesta kelulusan di sekolah. Aku hanya ingin melihat semua orang agar aku bisa mengingat mereka, meskipun tidak semuanya, setidaknya aku bisa tahu jika aku pernah bersekolah di tempat yang sama dengan orang itu. sedangkan kau? Aku masih bisa melihatmu setiap hari.

Minho; baiklah, karena alasanmu sangat menyentuh, aku tidak akan marah lagi.

Hyejin: tidak kusangka kita sudah tamat.

Minho: apa rencanamu setelah ini?

Drt…drt…drt…

Hyejin: ne oemma…

“……….”

Hyejin: arraseo…

Bipp…

Hyejin: oemma sudah menyuruhku pulang, dia bilang besok hari special, jadi aku harus beristirahat.

Minho: kau beruntung sekali memiliki oemma seperti itu.

Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan minho kemudian berdiri diikuti minho. tepat saat minho berdiri aku berbalik menghadapnya.

Cup~

Kecupan manisku berhasil mendarat dengan sukses di bibir minho dan telah berhasil membuat mata belownya semakin besar.

Hyejin: ini akan jadi kenangan SMA yang indah yang tidak akan pernah aku lupakan.

                                                                ********************

Author pov

Hyejin sibuk mondar mandir di depan aula bersama taemin, acara kelulusan akan segera di mulai, tapi orang tua hyejin masih belum terlihat. Appa hyejin akan bertindak sebagai wali hyejin sedangkan oemmanya akan menjadi wali taemin karena itulah taemin ikut panic di sana bersama hyejin. Hyejin terus berusaha menghubungi orang tuanya, tapi tidak ada satupun dari mereka yang menjawab telfonnya.

Drt…drt…drt…

Hyejin cukup heran mendapati nomor asing menelfonnya.

Hyeijn: yeoboseo…

“……”

Hyejin : ne aku choi hyejin putri dari choi seung hun dan choi sooyeong.

“……….”

Hyejin:ne?

Tiba-tiba ponsel hyejin terjatuh dari genggamannya,

Taemin: ada apa denganmu?

Taemin yang heran kemudian meraih ponsel hyejin dan mencoba bicara dengan seseorang di seberang sana.

Taemin: MWO? kecelakaan? di mana mereka sekarang?

“………..”

Taemin: arraseoyeo… kami akan segera ke sana.

Tanpa pikir panjang taemin langsung menarik hyejin yang tiba-tiba membeku.

Mereka berlarian di sepanjang koridor rumah sakit tempat orang tua hyejin berada. Saat mereka sampai di depan ruangan itu, seorang dokter dan beberapa suster keluar dari ruangan tersebut.

Hyejin: dokter, bagaimana orang tuaku?

Dokter: kau choi hyejin?

Hyejin mengangguk mantap diiringi tatapan sendu sang dokter.

Dokter: orang tuamu mengalami kecelakaan parah, mereka sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Taemin pov

Dokter: orang tuamu mengalami kecelakaan parah, mereka sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Aku merasa mengalami flashback saat sang dokter mengucapkan kalimat tersebut, kata-kata yang sama seperti yang kudengar 3 tahun yang lalu saat orang tuaku meninggal dunia. Hyejin limbung, aku berusaha menahan tubuhnya agar ia tidak terjatuh. Ia menatapku dengan matanya yang mulai berkaca, tatapan yang penuh luka dan sarat akan kepedihan. Aku seolah merasakan kembali lukaku, lukaku yang kini juga hyejin rasakan.

Aku menariknya dalam pelukanku, mencoba memberinya kekuatan meski aku tahu itu tidak akan banyak membantu. Hyejin menangis histeris di pelukanku, ia terus memanggil orang tuanya dengan suara parau yang membuat aku tak bisa menahan air mataku.

Kenapa semuanya terjadi begitu mendadak? Hyejin belum siap kehilangan orang tuanya, atau bahkan ia tidak siap sama sekali, ini semua sungguh sangat mengejutkan. Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa tuhan begitu tidak adil pada orang-orang seperti kami? Kami masih terlalu muda untuk kehilangan kehangatan orang tua. Kami masih butuh kasih sayang dan perhatian mereka, dan hyejin, dia sangat mencintai orang tuanya. Aku masih ingat saat hyejin bilang jika orang yang paling ia idolakan adalah appanya dan orang yang paling menginspirasi hidupnya adalah oemmanya. Aku bisa rasakan jika kasih sayangnya pada orangtuanya benar-benar tidak bisa diukur.

Taemin: kuenchana… aku masih di sini bersamamu.

Author pov

Hyejin semakin meratap saat melihat tubuh kedua orangtuanya dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Ia terlihat seperti orang yang baru saja kehilangan setengah dari jiwanya, benar-benar menyedihkan. Sementara itu taemin terus berusaha menenangkannya dan segera membawa hyejin keluar dari ruangan itu, berada di sana akan membuat hyejin semakin terpukul.

Sementara itu minho masih sibuk mencari-cari hyejin, ia tidak bisa menemukan kekasihnya itu, bahkan gae in dan nara tidak tahu di mana hyejin berada. Hal yang membuat minho lebih khawatir adalah karena ia juga tidak bisa menemukan taemin.

MC: taemin tidak ada, siapa yang akan memberi pidato? Dia kan pemilik nilai tertinggi, seharusnya dia sudah di sini untuk menerima penghargaan dari sekolah dan memberi pidato, tapi ia tidak ada, bahkan tidak bisa dihubungi.

Kepsek: kalau begitu suruh minho saja, dia kan ada di peringkat ke dua.

MC: ne.

Sesuai perintah sang kepsek, si MC bergerak memanggil minho dari podium untuk memberi pidato. Minho berusaha berbicara setenang mungkin meski hatinya sangatlah gusar. Ia tahu seharusnya hyejin ada di sini, bahkan yeoja itu begitu bersemangat menyambut hari ini.

Selesai dengan pidatonya minho keluar dari aula mencari tempat sepi dan berusaha menghubungi hyejin. Beberapa kali minho menelfon, tapi tak ada jawaban dari hyejin, saat ia hampir saja putus asa, ia mendengar seseorang di seberang sana menjawab telfonnya.

Minho: hyejina, kau di mana? Apa kau baik-baik saja? aku sudah mencarimu kemana-mana, apa terjadi sesuatu?

Hyejin: minho…

Suara itu terdengar serak dan diiringi isakan hyejin, wajah minho yang cemas berubah semakin khawatir, ia tidak pernah mendengar hyejin menangis, pasti terjadi sesuatu.

Minho: hyejin, kau kenapa? Di mana kau sekarang?

Hyejin: aku di rumah sakit ***********, minho… oemma… appa…

Hyejin tidak melanjutkan ucapannya, ia justru menangis semakin keras tidak bisa menahan emosinya.

Minho: tunggu aku di sana! aku segera ke sana!

Tanpa pikir panjang minho langsung menuju rumah sakit tempat hyejin berada, ia terus memaksa sopirnya agar melaju lebih kencang dan kencang lagi, sampai-sampai si sopir stress karena takut.

Minho pov

Aku tidak tahu apa yang terjadi pada hyejin maupun kedua orang tuanya, tapi yang jelas telah terjadi sesuatu yang buruk. Aku berlarian di rumah sakit menuju tempat hyejin berada, tak lama kemudian aku melihat hyejin sedang duduk di kursi tunggu sambil terus menangis, di sebelahnya duduk taemin yang sibuk menenangkannya.

Taemin, kenapa namja itu? kenapa harus namja itu yang selalu lebih tahu tentang hidup hyejin? Kenapa selalu namja itu yang paling dulu ada di sisi hyejin? Kenapa selalu namja itu?

Aku menggelengkan kepalaku membuang jauh pemikiran itu, sekarang bukan saatnya mempertanyakan tentang taemin. Aku bergegas menghampiri hyejin, menyadari keberadaanku taemin berdiri dan meninggalkan kami berdua.

Hyejin: oemma… appa…

Aku tidak berniat sama sekali menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi pada orangtuanya, melihat hyejin seperti ini sungguh mengiris hatiku. Aku berlutut di hadapan hyejin yang masih tertunduk terus menangis. Aku menangkap wajahnya dengan kedua telapak tanganku, matanya sudah mulai sembab dan masih tergenang air mata. Kedua jari jempolku bergerak menghapus air mata itu, air mata yang paling menyedihkan yang pernah aku lihat seumur hidupku.

Minho: uljima… semuanya akan baik-baik saja.

                                                                                ******************

Chapter · Marriage Life · Romance · SHINee

He is Taemin, not Just Taemin part 6

Gambar

author: Lee mincha

length: sequel

cast: choi hyejin, Lee taemin, choi minho, Lee jinki, nara, gae in and many others

genre: romance

rating: general

here we go….

happy reading guys^^

typo di mana-mana dan sekali lagi mohon maaf atas tata bahasa yang mungkin masih buruk #bow

makasih buat admin yang udah ngepost ffku lagi^^ #bow

 

 

taemin: Mr.kang.

Mr.kang: ne

taemin : sebarkan berita jika jinki hyung telah meninggal dalam kecelakaannya, siapkan pemakaman palsu untuknya.

Mr.Kang: NE?

taemin: siapkan penerbangan ke jerman untuk hyung malam ini juga, minta bibi song ikut bersamanya untuk merawat hyung. pastikan hyungku mendapatkan perawatan yang terbaik. jangan sampai ada yang mengetahui hal ini, arrachi!

Mr.kang: tapi tuan, bagaimana bisa kau membuat kematian palsu?

taemin: aku yakin orang yang membunuh hyung sedang menunggu kabar kematiannya. sepertinya orang itu tahu jika aku masih ada di sekitar hyung. ia pasti berfikir, jika hyung meninggal maka aku secara otomatis akan menjadi pewaris dan menduduki tahta kepemimpinan di perusahaan. sepertinya ia benar-benar ingin melenyapkan kami semua. aku yakin dalang di balik semua ini adalah orang yang tahu segala hal tentang perusahaan dan juga keluargaku.

Mr.Kang: lalu bagaimana denganmu?

taemin: aku akan hadir di acara pemakaman palsu sebagai Lee taemin adik Lee jinki, aku akan menjalankan semuanya sampai hyung sembuh dan aku akan membongkar semuanya. aku akan buat sedikit kejutan untuk semua orang.

Mr.kang: kalian berdua benar-benar sangat hebat dalam mengambil keputusan.

taemin: appa yang mengajarkan semua itu pada kami.

taemin tertunduk mengucapkan semua itu. akhirnya saat seperti ini datang, saat di mana taemin harus melakukan semuanya seperti hyungnya dulu.

taemin: hyung, kau beristirahatlah yang baik, kau harus sembuh dan kembali dengan segala kehebatanmu, aku membutuhkanmu untuk selalu berada di belakangku. aku akan sering-sering mengunjungimu hyung, aku mohon cepatlah sembuh agar semua ini berakhir.

untuk terakhirkalinya taemin memeluk sosok hyungnya.

permainan sudah dimulai, tidak ada kata berhenti di tengah jalan, semuanya harus dituntaskan. taemin harus melakukan semuanya, demi orangtuanya, demi hyungnya.

 

                                                                                *****************

taemin menatap kaku pemakaman palsu itu, ramai sekali yang datang, apa mereka datang karena berduka? atau malah sebaliknya? yang jelas diantara mereka adalah bagian dari semua musibah ini.

kim soro: aku turut berduka atas kepergian hyungmu. tapi bagaimana kau bisa ada di sini?

taemin: hanya ingin menjadikan semua permainan ini lebih menarik.

si namja yang bertanya pada taemin terlihat cukup terkejut atas pernyataan taemin, sejujurnya taemin memiliki firasat buruk tentang orang ini.

kim soro: aku turut berduka atas kepergian jinki, sayang sekali ia bahkan baru saja menikkmati masa-masa kejayaannya.

taemin: menurutmu, apa aku bisa seperti hyung? ia bahkan terlalu hebat.

kim soro: tentu saja, bahkan mungkin kau lebih hebat dari hyungmu.

taemin: aku meragukan diriku sendiri, aku tidak tahu apapun tentang masalah perusahaan, bagaimana bisa kau melakukan semuanya dengan baik?

kim Soro: kau tidak perlu khawatir, banyak sekali orang-orang hebat di perusahaan yang akan membantumu.

taemin: aku mulai khawatir, aku terlalu gegabah dalam menilai orang.

kim soro: kau harus mengenal orang dari depan dan belakang, jangan hanya melihat dari sisi yang tampak saja.

taemin : terima kasih atas nesehatnya, aku tidak akan melupakan kebaikanmu tuan.

kim soro: aigoo… seorang tuan muda sepertimu tidak seharusnya bersikap terlalu ramah, kau akan membuat orang menganggapmu lemah.

taemin: aku lebih suka imageku yang seperti itu tuan. semoga hari-hari kita di kantor jadi menyenangkan. aku bisa temukan banyak permainan di sana bukan? seperti yang selama ini hyung ceritakan.

                                                                                ************************

hyejin pov

sejak taemin kembali pada kehidupannya aku mulai merasa kehilangan taeminku yang dulu, tapi aku juga tidak bisa memaksakan diriku, aku mengerti posisi taemin saat ini, dia pasti sangat sedih. belakangan aku lebih sering hanya berdiam diri di rumah taemin yang luasnya dua kali luas rumahku dulu, ternyata seorang taemin yang selama ini tinggal di rooftop dan hidup penuh kesederhanaan memiliki hidup seperti ini. siapa yang menyangka jika seorang taemin yang sering di bully dan terlihat cupu itu sebenarnya adalah salah satu pewaris terkaya. tidak hanya sifat taemin yang berubah, penampilannya yang aslipun sudah muncul, tidak ada kaca mata dan tidak ada lagi kancing sampai leher. taemin lebih casual dan sangat keren, aku yakin jika ia berpenampilan seperti sekarang saat dulu masih di high school semua yeoja akan menempel padanya dan dia akan jadi salah satu diantara orang-orang keren sekolah selain minho, key dan jonghyun. minho, bagaimana kabarnya sekarang? apa yang akan minho katakan jika dia melihat aku yang sekarang? apa yang akan minho katakan jika ia tahu jika taemin bukanlah orang miskin dan korban bully selama ini. entahlah, aku tidak boleh lagi memikirkan minho, seperti yang aku katakan dulu, aku tidak boleh lagi melanjutkan cintaku pada minho.

aku berjalan keluar dari kamarku, ah tepatnya kamar yang taemin beri untukku. rumah ini sebenarnya cukup ramai, hanya saja ramai karena para pelayan taemin yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. aku merindukan taemin, sangat merindukannya, dia tidak punya waktu untukku, dia terlalu sibuk dengan urusan perusahaannya ditambah lagi ia juga harus mengusut kasus percobaan pembunuhan yang di alami hyungnya. tadi malam aku sempat dengar dia mengobrol dengan Mr.kang tentang permasalahan rapat hari ini, aku tidak tahu jelas apa yang terjadi, tapi sepertinya ada masalah yang tidak bisa taemin dan Mr.kang hadapi.

aku menatap pintu kamar taemin yang masih tertutup rapat, sudah hampir tengah malam tapi dia masih belum pulang, apa di kantor jam segini masih ada orang? memangnya dia tidak bosan sendirian? well taemin tidak seperti aku yang cengeng dan tak pernah bisa sendiri. aku memasuki kamar taemin, kamar yang sama luasnya dengan kamar yang ia berikan padaku, aku dapat melihat beberapa foro terpajang di meja kerjanya, foto keluarganya, fotonya bersama Lee jinki oppa dan fotonya bersamaku. aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak tersenyum, setidaknya dia masih selalu mengingatku. saat aku masih sibuk menikmati pemandangan kamar taemin, tiba-tiba namja itu muncul dengan tergesa-gesa.

hyejin: taemin…

aku menyapanya dengan senyum seperti biasanya, taemin hanya tersenyum yang aku yakin sangat terpaksa. aku kecewa sambutanku tak mendapat respon yang hangat darinya seperti yang selama ini aku sukai.

ia terlihat sibuk mengobrak-abrik semua map yang tersusun rapi di laci mejanya, terlihat sedang mencari sesuatu. aku merasa tak di anggap jadi kuputuskan untuk keluar dari kamar taemin dan mendapati Mr.kang di sana.

hyejin: apa yang terjadi? apa masih ada masalah di kantor?

Mr.kang: pagi ini tuan muda kehilangan beberapa sahamnya, selain itu beliau juga mendapat kecaman keras dari pemilik saham lain karena dianggap kurang memenuhi tuntutan sebagai seorang presdir. tuan muda sangat tidak suka di kritik, dia akan sangat kesal dan berusaha menyelesaikan semuanya. besok pagi akan ada pertemuan lagi, dan tuan muda harus mendapatkan semua saham itu kembali.

hyejin: mana bisa di kejar dalam satu malam? lagi pula sekarang sudah larut bukan?

Mr.kang: aku sudah memperingatkannya, tapi tuan muda tidak mau menerima saranku. aku khawatir beliau bisa sakit jika terus seperti ini.

hyejin: bagaimana kabar jinki oppa?

Mr.kang: pagi ini perawatnya sempat menelfon, tuan muda jinki sudah sadarkan diri, tapi kondisinya masih sangat buruk, kita tidak bisa minta bantuannya untuk semua ini.

hyejin: seandainya aku sepintar jinki oppa.

tak lama kemudian taemin kembali keluar tergesa-gesa, ia bahkan tak mengindahkanku sama sekali dan langsung pergi begitu saja. sepertinya memang masalah yang besar. aku yakin orang-orang di perusahaannya merasa taemin masih terlalu muda dan menganggapnya masih tidak mengerti apapun, meskipun demikian taemin memang baru dengan semua hal itu. tega sekali orang yang telah mencuri saham taemin, bagaimana bisa dia menyelesaikan semuanya dalam semalam?

hyejin: di mana rapat pemilik saham akan di adakan?

Mr.kang: di pulau jeju, kami harus berangkat pagi-pagi sekali, sementara situasinya masih sangat sulit.

hyejin: kalian hanya pergi berdua?

Mr.kang: kami harus sampai di sana terlebih dahulu, biar bagaimanapun tuan muda taemin harus bersiap-siap. apa kau mau ikut?

hyejin: ne?

Mr.kang: aku rasa harapannya sangat tipis, tidak bisa kubayangkan betapa depresinya dia nanti. jika kau ikut, mungkin kau bisa membantunya.

hyejin: benarkah?

Mr.kang: aku akan siapkan keberangkatanmu untuk besok. kalau begitu aku pergi dulu.

seusai Mr.kang berpamitan aku berlalu menuju kamarku mengemasi pakaianku. setidaknya aku juga butuh sedikit liburan, aku sudah bosan setiap hari hanya berdiam diri tidak jelas di rumah.

                                                                                **************************

aku meletakkan koperku dan bergegas menuju balkon menikmati pemandangan laut yang sangat indah di sini. yah, disinilah aku sekarang, di villa milik keluarga taemin. aku baru saja datang setelah perjalanan yang cukup membuat aku mengantuk. aku tidak berangkat bersama taemin karena dia sudah berangkat dari kantor pagi-pagi sekali. aku yakin sekarang taemin sedang sibuk dalam rapatnya, dia jadi semakin kaku.

aku tidak mungkin membuang waktuku begitu saja, aku menghabiskan hariku berjalan-jalan di sekitar pulau jeju yang sangat indah, tapi semuanya terasa hambar karena aku hanya pergi sendirian. pasti menyenangkan sekali jika ada gae in atau nara di sini, tapi itu tidak mungkin mereka pasti sedang sibuk kuliah sekarang, apalagi taemin, jangan ditanya. apa sebaiknya aku juga kuliah? harapanku untuk menikah sepertinya belum bisa terwujud dalam waktu dekat apalagi dengan adanya taemin di sisiku. akan jadi apa aku nantinya? apa akan terus seperti ini? menumpang pada taemin yang notaben bukan siapa-siapa melainkan hanya sahabatku? aku tidak mungkin terus begini. taemin bersusah payah dengan perusahaannya sedangkan aku hanya sibuk menghabiskan waktu tidak jelas seperti ini. apa sebaiknya aku pergi saja dari taemin? tapi aku sudah berjanji padanya, aku tidak akan meninggalkannya, hanya saja sekarang aku merasa ia mulai meninggalkanku perlahan karena kesibukannya. aku kesepian meski aku bisa melihat taemin setiap hari, aku tidak bisa menghabiskan waktuku bersamanya, dan taemin terlalu kaku walau hanya sekedar menelfonku.

aku menatap tajam matahari yang semakin tenggelam di telan lautan, apakah aku juga akan tenggelam seperti itu? entahlah, yang jelas aku tidak mungkin terus seperti ini, aku lelah bertahan dalam kesendirianku meski selalu ada taemin yang sangat sibuk. apa mungkin akan lebih baik jika aku benar-benar tenggelam dan menjauh dari hidup taemin? dia tidak sendiri seperti apa yang selama ini dia ceritakan, dia masih memiliki seorang hyung dan hidup yang berlimpah. aku pantas marah untuk semua itu, tapi taemin bahkan tak ada waktu untuk kemarahanku yang tak penting.

Mr.kang: aggashi…

hyejin: waeyo?

Mr.kang: tuan muda…

wajah sedih Mr.kang sudah cukup memberiku penjelasan tentang apa yang terjadi, sepertinya taemin tidak berhasil dengan rapatnya. aku berlalu meninggalkan Mr.kang tanpa mendengar sedikitpun penjelasan darinya, aku bergegas kembali ke villa menghampiri taemin yang saat ini pasti tengah depresi berat.

                                                                                *******************

aaaaaaaaaaaa…………..

suara teriakan marah taemin berhasil membuat aku cukup terkejut, kulihat ia mengobrak abrik mejanya sendiri sampai semua benda di atas meja itu berantakan bahkan terjatuh ke bawah.

aku berjalan pelan menghampirinya merapikan kembali mejanya sedangkan taemin berbalik menghadap jendela kaca yang ada di belakangnya. sepertinya dia tidak suka jika aku memergokinya dalam keadaan seperti ini.

aku berjalan mendekati taemin memeluk lengannya, sesuatu yang sudah sangat lama tidak aku lakukan.

hyejin: sepertinya kau sangat sibuk belakangan ini.

taemin menatapku, aku bahkan sudah tidak mengenal tatapannya lagi yang selama ini selalu tersembunyi di balik kacamatanya yang kini telah lenyap.

hyejin: kau terlalu memaksakan diri taemin.

taemin: aku tidak bisa bersantai, semuanya begitu berat, aku tidak mungkin menghadapinya dengan mudah. aku sudah berusaha sangat keras tapi kenapa tak ada hasil yang bisa aku capai? aku bahkan tidak bisa mempertahankan apa yang sudah hyung perjuangkan dengan susah payah.

hyejin: menurutmu, apa hyungmu tidak sedih melihat namdongsaeng kesayangannya seperti ini? kalut, putus asa dan terlihat sangat depresi.

taemin menatapku semakin dalam dan berpindah berdiri di hadapanku. tanganku bergerak menangkap kedua pipinya yang semakin tirus, aku mencoba menyelam ke dalam matanya dan memberi sedikit celah di sana yang begitu sesak oleh pemikirannya.

hyejin: taemin, hyungmu tidak mencapai semuanya begitu saja. aku yakin dia butuh proses yang lama untuk bisa mencapai semuanya. begitu juga dirimu, kau harus melewati proses itu juga untuk bisa seperti hyungmu atau bahkan mungkin lebih baik. jangan putus asa di saat kau bahkan baru memulainya, jangan terlalu kaku karena kau akan membuatnya terasa semakin rumit. kau hanya perlu melewatinya dengan sabar. kejatuhan akan jadi pelajaran berharga untukmu.

taemin menatapku sangat lama setelah semua ucapan itu keluar dari bibirku, aku rasa ia mulai memikirkan itu semua. tiba-tiba taemin menarikku dalam pelukannya yang hangat, ah aku rindu saat-saat seperti ini.

taemin: aku benar-benar merasa bodoh untuk saat ini.

hyejin: sebenarnya kau memang bodoh.

bisa kurasakan taemin terkekeh pelan karena ucapanku.

taemin: gumawo sudah membuatku merasa jauh lebih baik. aku merasa bersalah padamu, belakangan ini aku mengabaikanmu. mianhae…

hyejin: sebenarnya aku ingin marah besar dan menjambak rambutmu, tapi karena kau sudah minta maaf, mungkin aku tidak akan menjambakmu.

taemin: lalu?

taemin melepaskan pelukannya dari tubuhku dan menatapku penuh tanda Tanya.

cup~

entah apa yang aku fikirkan, tiba-tiba saja aku dengan berani mengecup bibir taemin yang sukses membuat matanya membulat sempurna. aku tahu ini adalah first kissnya, ingin sekali minta maaf karena sudah mencurinya, tapi aku benar-benar ingin taemin tahu tentang apa yang sebenarnya aku fikirkan yang aku bahkan tidak mengerti. aku tidak mengerti tentang perasaanku belakangan ini, semua perasaan cintaku pada minho yang tiba-tiba lenyap dan semua perasaan rindu pada taemin yang terlalu berlebihan.

aku tersenyum kemudian berbalik meninggalkan taemin berjalan menuju meja kerjanya dan melanjutkan aktifitasku merapikan tempat itu. aku mulai merasa malu dengan ulahku barusan, tapi aku tidak bisa membatalkannya, aku sudah melakukannya dan apapun yang taemin fikirkan tentang diriku aku tidak peduli lagi sekarang.

taemin: apa kau masih mencintai minho?

pertanyaan taemin sukses membuatku berhenti dan berbalik menatapnya, perlahan ia menghampiriku berjalan semakin dekat hingga aku bisa melihat matanya menatapku dengan sangat serius.

hyejin: kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?

taemin: aku hanya ingin tahu.

hyejin: minho? aku bahkan sudah hampir lupa padanya. menurutmu apa dia masih mengingatku? atau bahkan mungkin dia sudah melupakanku? entahlah, itu tidak penting sekarang. bagiku minho hanyalah masa lalu, biarlah dia menjadi kenanganku saja, cukup sudah cintaku padanya.

taemin: bagaimana denganku?

hyejin: tumben sekali kau bertanya seperti itu…

taemin: aku tidak pernah ingin tahu seperti apa aku bagimu, tapi setelah minho pergi aku benar-benar penasaran dengan semua itu.Aku tidak percaya jika akhirnya kau justru memilih hidup denganku.

hyejin: molla, bagiku kau lebih dari sekedar minho. setiap aku kesepian, orang pertama yang ku ingat adalah kau, setiap aku butuh teman kau selalu datang menghiburku, saat aku terpuruk kau selalu di sisiku. Aku tidak memilih ikut bersama minho karena kufikir aku pasti akan kehilanganmu.

taemin: jadi kau lebih memilih kehilangan minho dari pada aku?

hyejin: apa aku harus menjawabnya?. ck… tapi belakangan ini kau sangat menyebalkan, kau membiarkan aku sendirian dan kesepian, aku mengerti dengan posisimu, tapi aku rasa kau benar-benar tidak punya sedikit waktupun untukku.

aku menunduk dengan wajah sedihku, aku sedih? tentu saja, kesepian adalah hal yang sangat mengerikan bagiku.

perlahan kurasakan taemin mendekat dan menarik daguku hingga tatapanku dengannya bertemu.

Taemin: tetaplah bersamaku, selamanya…

Aku hanya terdiam, tidak tahu ingin berkomentar apa tentang permintaan taemin yang satu ini.

Taemin: aku janji, aku akan selalu menjagamu, aku akan lakukan apapun untukmu, apapun yang kau inginkan asalkan kau mau tetap bersamaku di sampingku.

aku bisa baca keyakinan dari semua kalimat itu, sebuah ketegasan bahwa apa yang ia ucapkan adalah hal yang benar-benar akan ia lakukan.

perlahan taemin semakin mendekat, bisa kurasakan bibirnya yang lembut menyapu bibirku begitu hangat. Aku tidak tahu bagaimana, tapi rasanya sesuatu mengalir seolah mencoba memberitahuku tentang satu hal. apa mungkin? apa mungkin taemin mencintaiku? entahlah, biarlah nanti dia yang mengucapkannya sendiri, yang jelas satu hal yang aku tahu, aku akan selalu bersama taemin, tetap bersamanya. aku sudah punya cukup alasan untuk membuatku selalu disisinya.

aku bisa merasakan taemin yang terus berusaha menarikku semakin rapat pada tubuhnya, oh god taemin, ada apa dengannya? aku rasa persepsiku tentang taemin yang menyukai sesama jenis adalah salah. melihat dari apa yang ia lakukan padaku, aku benar-benar yakin dia punya keinginan besar untuk hal ini.

taemin: jadilah milikku…

taemin masih memelukku di saat dia membisikkan kalimat itu langsung di telingaku, terdengar sangat pelan tapi penuh penekanan. well, haruskah aku menjawab? tapi aku yakin taemin sudah tahu jawabannya. sesaat setelah kalimat itu mengalir, bibir taemin bergerak menjelajahi leherku, aku sampai bersuara aneh gara-gara ulah taemin yang membuat aku tidak bisa menahan geli dan semua letupan-letupan hebat di dadaku.

buk…

aku dan taemin terjatuh di ranjangnya karena sedari tadi taemin terus mendorongku hingga tanpa aku sadar aku sudah terjatuh di atas ranjangnya yang begitu empuk. bukannya meminta maaf karena telah membuatku terjatuh, taemin malah menatapku aneh kemudian sibuk dengan bibirku. awalnya ia hanya mengecup pelan tapi kemudian berubah menjadi lumatan-lumatan hebat hingga kurasa bibirku akan segera memelar karena ulahnya. aku mengerutkan keningku saat ia dengan sengaja menggigit bibirku dan itu sukses membuatnya berhenti. aku fikir dia akan benar-benar berhenti dan mengakhiri semua ini, tapi semuanya menjadi mustahil karena kenyataanya sekarang ia sudah kembali menjelajahi leherku.

taemin: haruskah kita berhenti?

tiba-tiba pertanyaan itu muncul seketika saat taemin menatapku dalam setelah puas menjelajahi leherku dan aku yakin meninggalkan begitu banyak tanda di sana.

hyejin: apa kau yakin bisa berhenti?

pertanyaanku yang terdengar polos justru terlihat seperti sebuah lampu hijau baginya, sejenak kemudian sebuah smirk muncul di wajah taemin yang terlihat sangat tampan dalam jarak sedekat ini.

cup~

taemin mengecup bibirku pelan kemudian menempelkan dahinya di dahiku.

taemin: aku tidak ingin berhenti…

aku tahu pasti makna dari kalimat singkat itu, apalagi setelah taemin mengucapkan kaliamat tersebut ia langsung menarik ujung dressku melewati kepala dan dengan tergesa-gesa ia juga membuka kemeja putih yang sedari menutupi tubuh kurusnya.

                                                                                ***********************

taemin sibuk merapikan rambutku yang sangat berantakan karena ulahnya sendiri sedangkan aku hanya diam menatap taemin dan menikmati hangatnya berada dalam dekapan namja ini.

hyejin: aku masih ingat saat dulu di high school kau pernah memperingatkanku tentang hal ini.

taemin: aku hanya melarangmu melakukannya dengan minho.

hyejin: ck… dasar kau ini.

taemin terkekeh pelan kemudian beralih menatapku.

hyejin: kau juga bilang jika tidak boleh melakukannya sebelum menikah.

taemin: kalau begitu kita segera menikah, jika kau mau besok pun kita bisa menikah. aku bisa telfon Mr.kang dan menyuruhnya mempersiapkan segalanya.

aku tidak bisa menahan tawaku mendengar ocehan taemin yang terdengar begitu konyol bagiku.

taemin: aku rasa ini bukan hal yang lucu Lee hyejin.

hyejin: YA! aku choi hyejin! aku belum menjadi istrimu.

taemin: bukankah kau akan segera menjadi istriku?

hyejin: aku belum menyetujui untuk menikah denganmu.

taemin: kau tidak mau menikah denganku?

hyejin: aku fikirkan dulu.

taemin: YA! jangan bodoh! kau fikir aku akan melepaskanmu begitu saja?

hyejin: cih… seenaknya saja mengatur semuanya.

taemin: terserah. yang jelas kau akan segera menjadi istriku. aku akan mempersiapkan pernikahan kita segera.

hyejin: tidak perlu terburu-buru.

taemin: aku tidak mau orang memandangmu sebelah mata jika nanti kau hamil saat kita menikah.

hyejin: apa kau yakin aku akan segera hamil? memangnya satu kali coba bisa langsung dung?

taemin: mungkin saja. sudahlah aku tidak mau berdebat denganmu sekarang. sebaiknya kau tidur.

aku tersenyum dan memeluk taemin semakin erat berujung pada tidurku yang nyenyak dalam pelukannya.

                                                                                *****************************

taemin pov

aku tersenyum-senyum sendiri memandang foto-fotoku dengan hyejin di pulau jeju beberapa waktu yang lalu, sudah lebih dari dua bulan tapi aku masih bisa merasakan indahnya, tapi kemudian suara ketukan pintu menyadarkanku. kulihat Mr.kang masuk dengan wajahnya yang begitu serius.

Mr.kang: ada hal penting yang ingin kusampaikan.

taemin: katakanlah.

Mr.kang: di mana hyejin?

taemin: tadi dia pergi belanja, aku rasa dia masih di luar. memangnya kenapa?

Mr.kang: aku sudah berhasil menemukan orang yang telah membunuh orang tuamu dan orang tua hyejin.

Taemin : benarkah?

aku langsung berdiri dari posisi dudukku dan beralih berjalan menuju Mr.kang untuk mendengarkan ceritanya lebih jelas. tapi aku sedikit heran dengan ekspresi sedihnya.

Mr.kang: kau yakin ingin mendengarnya?

Taemin : katakan padaku! jangan buat aku penasaran seperti ini.

Mr.kang: 3 tahun yang lalu appamu dan seorang sahabatnya memenangkan sebuah tender. kerjasama mereka berjalan sangat lancar dan bahkan begitu baik hingga perusahaan keluargamu terus mengalami kemajuan.hari demi hari, sahabat appamu mulai merasa iri dan tidak adil karena appamu mendapat keuntungan yang lebih besar darinya, beliau mencoba membicarakannya dengan appamu, tapi appamu fikir semuanya sudah adil dan tidak ada yang perlu di permasalahkan lagi. sepertinya namja itu tidak terima dengan ucapan orang tuamu, kemudian ia meminta orang untuk membunuh orang tuamu.

taemin: licik sekali, jadi semuanya karena uang? hanya karena uang dia mau merusak persahabatannya dengan appaku dan demi uang ia rela membunuh orang tuaku. Apa kau sudah temukan pelakunya? siapa orang itu? aku akan buat dia dan seluruh keturunannya menyesal.

Mr.kang: tapi tuan muda…

taemin: berhentilah berbelit-belit, cepat katakana siapa!

kulihat Mr,kang menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan, sepertinya ada hal lain yang membuatnya menjadi seperti ini karna seharusnya dia bahagia dengan semua ini.